Chicano dan Melayu

Dodi Ambardi*, Majalah Tempo, 16 Jan 2017

Sudah lama para antropolog memakai bahasa untuk menentukan batas virtual kelompok budaya. Batas virtual bahasa ini kadang melampaui batas geografis sehingga sebuah bahasa bisa bersitumbuk dengan bahasa lain dalam kehidupan sehari-hari. Walhasil, tumbukan identitas dan bahasa ini sering menjadi sumber ketegangan sekaligus sumber humor.

Baca lebih lanjut

Iklan

Serapan: Hukum Bahasa atau Praktik Sosial?

Dodi Ambardi* (Majalah Tempo, 19 Des 2016)

Kita akrab dengan sejumlah kata benda seperti normativitas, figuritas, dan historisitas. Kita pun akrab dengan kelompok kata sifat solutif, konsolidatif, dan kolutif.

Kata ini banyak digunakan dalam berbagai pernyataan, judul berita, tajuk buku, atau kepala karangan ilmiah, dan kadang dalam percakapan sehari-hari. Sekadar misal, sebuah media berita daring (dalam jaringan) menuliskan judul berita Jokowi Menang Karena Figuritas; atau sebuah buku ilmiah memakai tajuk Studi Agama: Normativitas atau Historisitas; dan sebuah makalah memampang judul Historisitas dalam Filsafat Confucius.

Baca lebih lanjut

Orisinal Versus Standar

Dodi Ambardi* (Majalah Tempo, 3 Okt 2016)

Dua hari menjelang pesta perkawinan Chelsea Clinton, putri mantan Presiden Amerika Serikat Bill dan Hillary Clinton, pada 1 Agustus 2010, Presiden Barack Obama tampil di stasiun televisi ABC dalam talk show The View. Salah satu co-host di acara itu bertanya kepada Presiden Obama apakah ia akan menghadiri pesta perkawinan Chelsea Clinton.

Baca lebih lanjut

Nama dan Rezeki

Dodi Ambardi* (Majalah Tempo, 29 Agu 2018)

Kita mengenal pepatah lama “nama membawa rezeki”. Karena itu, pada masa silam, orang tua memilih nama untuk anaknya yang memuat doa agar kelak sang anak menjadi orang yang makmur. Lalu kita mengenal nama-nama yang bermakna kekayaan, kesuksesan, atau keberuntungan: Suharto, Sugiharto, Sri Rejeki dengan variasi bahasa Arab, Rizki; Adrian (Latin, kaya raya), Asher (Ibrani, beruntung), Edmond (Inggris, makmur), Yasir (Arab, kaya raya), Zarifa (Arab, sukses).

Baca lebih lanjut

Ungkapan yang Hilang

Dodi Ambardi* (Majalah Tempo, 23 Mei 2016)

Kepunahan rupanya tak hanya berlangsung di dunia hewan dan tumbuhan, tapi juga bahasa dan ungkapan dan kata-kata. Bahasa Kawi sudah lama punah dari pergaulan dan kini hanya tersisa di kamus dan traktat-traktat ilmiah. Namun, sementara bahasa memerlukan satuan abad untuk punah, ungkapan dan kata-kata hanya memerlukan dua dekade untuk mati suri dan kemudian menghilang dari kehidupannya.

Baca lebih lanjut

Bahasa Pasaran

Dodi Ambardi*, Majalah Tempo, 25 Jan 2016

Kalimat itu terpampang di papan kayu lusuh di depan bangunan rumah dengan tulisan tangan yang menggunakan cat kayu: “Jual-beli sekenan.” Papan pemberitahuan semacam itu kini semakin banyak kita temui di ruas-ruas jalan pinggiran kota. Di sekeliling papan itu banyak teronggok barang afkiran, dari potongan pagar besi, kusen jendela, lemari, mebel, kipas angin, kulkas, hingga televisi berbadan gemuk.

Baca lebih lanjut

Metafor

Dodi Ambardi*, Majalah Tempo, 21 Sep 2015

Ilustrasi: Metaphor Geeks

Metafor atau perlambang rupanya juga mengalami musim; ada masa subur, ada masa paceklik. Setidaknya hal ini berlaku pada syair atau lirik lagu. Masa subur metafor tentang cinta dan kecantikan, misalnya, merentang dari zaman kemerdekaan sampai akhir 1980-an. Setelah itu, datanglah masa paceklik yang berlangsung sampai sekarang. Marilah kita simak beberapa lirik lagu yang digubah pada masa-masa awal itu:

Aryati dikau mawar asuhan rembulan
Aryati dikau gemilang seni pujaan (Ismail Marzuki, tanpa tahun)

Di wajahmu kulihat bulan
Menerangi hati gelap rawan (Mochtar Embut, 1960)

Baca lebih lanjut

Bahasa Indonesia dan Kelas Menengah

Dodi Ambardi*, Majalah Tempo, 19 Jan 2015

Ilustrasi: City A.M.

Dua puluh lima tahun lalu, Dede Oetomo, sosiolog Surabaya, mengabarkan temuan menarik hasil penelitiannya tentang hubungan antara bahasa dan penggunanya di majalah Prisma edisi Januari 1989. Lebih spesifik, ia bercerita bagaimana kelas menengah Indonesia memilih ekspresi bahasanya.

Baca lebih lanjut