Pesta Kalimat Pendek

Lampung Post, 29 Feb 2012. F. Moses; Pemerhati bahasa, tinggal di Telukbetung

COBALAH tengok kaca belakang angkot-angkot di sepanjang jalan setiap melintasi ruas-ruas kota; saat kendaraanmu terdahului, ketika mereka mengetem di sepanjang halte, depan mal, bahkan di pelipiran trotoar yang membuat pejalan kaki sedikit terganggu.

Perhatikanlah sejenak—sesungguhnya mereka hendak menebar pesona berbahasa mereka. Semacam ada isyarat yang hendak diunggah oleh mereka dari suara hati kecil sesungguhnya. Semacam pelisanan mereka untuk dirimu ketahui; dari frasa-frasa, idiom, bahkan tak jarang adalah semacam aforisma. Menurut saya. Tentunya kamu punya pendapat lain, ya.

Baca lebih lanjut

Bus Tak Masuk ‘Bus Lane’

Lampung Post, 30 Nov 2011. F. Moses, Pengembangan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta.

Saya rasa, menyoal istilah asing tak akan pernah khatam di negeri ini. Pemekaran seperti ranking atau pemeringkatan, take off (lepas landas), random (acak), layout (letak), supermarket (pasar swalayan), briefing (taklimat), snack (kudapan), dan seterusnya. Tentunya masih banyak lagi. Apalagi serapan seperti effect menjadi efek, cartoon (kartun), vacuum (vakum), phase (fase), rhetoric (retorika).

Saya rasa kata-kata itu lebih arif digunakan ketimbang memaksakan kata-kata asing tersebut dalam bahasa keseharian. Ironisnya, percampuran kedua bahasa (istilah: indoglish) terpampang di etalase megah fasilitas umum, seperti The Plaza…, … Laundry and Dry Cleaning, … Tailor, … Haircut, dan istilah lainnya.

Baca lebih lanjut