Menggentarkan Malaysia

KOMPAS, 24 Sep 2010. Gustaaf Kusno: Pemerhati Bahasa; Tinggal di Palembang.

Kasus penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang menggiring kapal pencuri ikan di perairan Indonesia oleh kepolisian Malaysia dan diperlakukannya mereka seperti pelaku kriminal serta-merta menimbulkan reaksi amat keras dari masyarakat. Ini tentu merupakan akumulasi dendam kesumat Indonesia, yang sudah berkali-kali mengalami perlakuan seenak udel pihak Malaysia. Berbagai analisis dan kupasan dikemukakan menyangkut sikap dan perangai Malaysia yang selalu memandang sebelah mata kepada Indonesia.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pengoplosan

KOMPAS, 6 Agu 2010. Gustaaf Kusno: Pemerhati Bahasa, Tinggal di Palembang.

Heboh kasus tabung gas 3 kilogram meledak yang saling susul di pelbagai penjuru tanah air membuat pejabat lembaga terkait ’sibuk’ menyelisik biang kerok insiden yang bikin kuping dan wajah pemerintah merah padam. Ada yang bilang selang dan perangkatnya tak memenuhi standar keamanan. Ada yang mengungkap bahwa masyarakat penggunanya banyak tak paham cara pengoperasian tabung gas yang benar dan aman.

Terakhir berkembang wacana bahwa kebocoran gas ini sebagai akibat pengoplosan gas dalam tabung 3 kg ke dalam tabung 12 kg karena adanya disparitas harga gas antara kedua jenis kemasan itu. Dalam proses penyuntikan gas ini ditengarai telah terjadi kerusakan katup yang berakibat gas bocor tak disadari penggunanya.

Baca lebih lanjut

Pecundang

KOMPAS, 9 Jul 2010. Gustaaf Kusno: Pemerhati Bahasa, Tinggal di Palembang.

Harian Kompas 6 Juli lalu di halaman khusus Piala Dunia 2010 menurunkan ulasan yang berjudul ”Suarez, Pahlawan atau Pecundang?”. Tulisan itu mengupas insiden yang terjadi di mulut gawang Uruguay di menit ke-120, saat gelandang Ghana Dominic Adiyiah melakukan sundulan bola ke gawang tanpa dinyana-nyana Luis Suarez melakukan handball dan menghalau bola yang akan melesat ke dalam gawang Uruguay. Suarez pun mendapat ganjaran kartu merah dan diperintahkan keluar dari lapangan. Kesebelasan Ghana memperoleh tendangan penalti akibat tindakan ”curang” Suarez ini. Namun, apa lacur, tendangan penalti ini gagal membuahkan gol dan hanya membentur mistar gawang. Rangkaian kejadian ini membuat Uruguay lolos dari lubang jarum dan Suarez dielu-elukan sebagai pahlawan penyelamat oleh pendukungnya. Namun, tak sedikit pula yang mencap dia sebagai pemain yang curang dan tak menjunjung sportivitas.

Baca lebih lanjut