Dalam Belantara Dwibahasa

Hermien Y. Kleden*, Majalah Tempo, 5 Okt 2015

Ilustrasi: Alboraq Translation Services

Sekali waktu, seorang kawan meminta saya membaca terjemahan pendek laporan feature seni pertunjukan yang dia tulis. Dia agak gugup karena ini pertama kalinya dia menerjemahkan—bukan mereportase dan menuliskannya sendiri. Naskah itu tak sampai dua halaman, tapi saya perlu menghimpun energi untuk menuntaskannya—karena ada banyak kalimat aneh. Salah satunya: “Setiap kali saya mencari pisang ketika melihat penampilan Alex. Dia fantastis.”

Baca lebih lanjut

Satu Bahasa, Tiga Dimensi

Hermien Y. Kleden*, Majalah Tempo, 30 Mar 2015

Ilustrasi: Tempo

Leiden, akhir Maret 2014.

Tepuk tangan memecahkan ruangan Universitas Leiden, Belanda, begitu Boediono–Wakil Presiden Indonesia ketika itu–menutup kuliah umumnya. Rektor, para dekan, ahli-ahli Asia dan Indonesia, serta mahasiswa terus bertepuk tangan sembari mendekati sang dosen tamu untuk bersalaman pada siang musim semi itu.

Baca lebih lanjut

Puisi Metafora bagi Tuhan

Hermien Y. Kleden* (Majalah Tempo, 7 April 2014)

Perjumpaan pertama saya dengan “puisi dan syair” terjadi di masa kanak-kanak dengan cara tak lazim di satu desa di pedalaman Flores Timur. Pada malam-malam terang bulan, kami, anak-anak sedesa, berkumpul di padang rumput kecil dekat rumah untuk mendengarkan cerita Perjanjian Lama dari seorang pastor Polandia yang mampir ke desa saban bulan. Kisah-kisah Perjanjian Lama bersumber pada peristiwa sebelum kelahiran Yesus. Babak setelah kelahiran Kristus termuat dalam Perjanjian Baru.

Duduk di atas sebuah batu, sang padri menatang satu buku setebal bantal. Itulah Alkitab “kuno” dengan Ejaan Van Ophuijsen. Yang melengketkan ingatan saya pada kelas-padang-rumput bukanlah “pelajaran agama”, melainkan story telling, penuturan, babak demi babak dari Kitab Kejadian, Keluaran, Raja-Raja, hingga Mazmur, Amsal, dan Shirakh-sekadar menyebut beberapa.

Baca lebih lanjut