Ganti Rugi dan Ganti Kerugian

KOMPAS, 17 Apr 2009. Jos Daniel Parera, Munsyi.

Teringat saya akan dialog iklan kopi antara Asmuni dan istrinya ketika pelawak ini memberi makan burung peliharaannya. ”Mas, kopi, Mas,” kata istrinya beberapa kali, tetapi kurang diperhatikan Asmuni. Akhirnya, sang istri kesal dan mengatakan, ”Nanti burungmu saya potong.” Maka, menjawablah sang suami, ”Kalau burung saya kamu potong, kamu rugi, dong.” Nah, di sana tidak ada masalah ganti rugi atau ganti kerugian.

Baca lebih lanjut

Sini, Situ, Sana

KOMPAS, 6 Mar 2009. Jos Daniel Parera, Munsyi.

Sering-seringlah buka dan baca kamus, khususnya Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa yang baru terbit. Saya memang sering iseng buka dan baca kamus. Pengasuh rubrik ini saya kira juga begitu. Ia menemukan kata tahana yang, menurut baik Kamus Umum Bahasa Indonesia WJS Poerwadarminta maupun Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, berarti ’kedudukan, martabat’. Bertahana, menurut Salomo Simanungkalit, berarti bertakhta dan petahana adalah orang yang sedang bertahana, bertakhta. Dia lalu mengusulkan bentuk petahana sebagai padanan bahasa Inggris incumbent. Kita tunggu pemasarannya saja.

Baca lebih lanjut

Profesionalitas

KOMPAS, 13 Feb 2009. Jos Daniel Parera, Munsyi.

Pada awal tahun 2009 kita mendapatkan lagi satu Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan tambahan nama Pusat Bahasa. Jadi, nama kamus itu sekarang Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa dengan penerbit PT Gramedia Pustaka Utama dan bukan lagi PT Balai Pustaka. Meski demikian, kamus ini merupakan pelanjutan KBBI yang lalu dan menjadi edisi keempat. Sebagai sebuah edisi, tentu saja kamus ini mengalami penambahan entri. Kali ini kita memeriksa entri profesi dan turunannya.

Baca lebih lanjut

Aliran dan Ajaran

KOMPAS, 18 Apr 2008. Jos Daniel Parera, Munsyi.

Kata aliran diturunkan dari alir, mengalir seperti dalam sebaris lagu ”Bengawan Solo”: air mengalir sampai jauh. Apa makna aliran? Saya mencarinya dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia WJS Poerwadarminta (1999), Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Pusat Bahasa, dan pada dasarnya bermakna ’bergerak maju tentang air, hawa, udara, barang cair’.

Baca lebih lanjut