Antara Indonesia Melawan Qatar

Lampung Post, 21 Mar 2012. Kiki Zakiah Nur, S.S.

Menonton pertandingan sepak bola sebenarnya bukan kegemaran saya. Tetapi, demi menemani suami yang menggemari sepak bola, saya ikut menyaksikan pertandingan sepakbola kesebelasan Indonesia melawan Qatar yang disiarkan secara langsung oleh sebuah stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Pertandingan babak pertama berakhir seri dengan kedudukan masing-masing 2.

Sebelum diselingi jeda iklan, reporter olahraga mengatakan kalimat yang bunyinya begini, “Baik, pemirsa. Jangan ke mana-mana. Kita saksikan pertandingan berikutnya antara Indonesia melawan Qatar setelah iklan yang berikut.”

Pemakaian pasangan antara…, melawan…, dengan contoh kalimat seperti itu sangat sering digunakan oleh reporter atau wartawan olahraga pada acara pertandingan sepak bola. Secara sepintas memang sepertinya tidak ada yang salah pada kalimat tersebut.

Baca lebih lanjut

Penghujung Cintaku

Lampung Post, 5 Okt 2011. Kiki Zakiah Nur, Pegawai Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Gambar: logotypes101.com

//Berakhir sudah pencarian cintaku, jiwa ini tak lagi sepi, hati ini tlah ada yang memiliki//tiba diriku di penghujung mencari cinta, diri ini tak lagi sepi, kini aku tak sendiri//

Begitulah sebagian bait lagu yang diciptakan sekaligus dinyanyikan vokalis band Ungu, Pasha, bersama istrinya, Adelia Wilhelmina. Lagu itu memang tidak begitu populer seperti lagu-lagu lain yang dinyanyikan Pasha bersama grup bandnya, seperti Hampa Hatiku, Percaya Padaku, dan Kupinang Kau Dengan Bismillah.

Saya bukan pengamat lagu. Namun, seperti sebagian besar orang, saya juga menyukainya. Tulisan ini tidak membicarakan ketidak-booming-an lagu tersebut. Sebagai orang yang bergelut di bidang bahasa, saya hanya akan menyoroti sebuah kata yang muncul dalam lagu tersebut, yaitu kata “penghujung”.

Baca lebih lanjut

Jam dan Pukul

Lampung Post, 23 Feb 2011. Kiki Zakiah Nur: Staf Subbidang Pengkajian Kantor Bahasa Provinsi Lampung.

SUATU ketika saya membawa anak saya berobat kepada seorang dokter. Sambil menunggu antrean, saya duduk di bangku yang tersedia. Seorang ibu yang duduk di samping saya bertanya, “Maaf, Bu. Jam berapa sekarang?” tanyanya seperti sedang gelisah. “Pukul 08.30, Bu,” jawab saya setelah melihat jam di tangan saya.

Pada kesempatan lain, suami saya pun pernah bertanya kepada saya. Begini katanya, “Coba lihat jam dinding, Bu. Sudah jam berapa sekarang. Bapak mau rapat di musala”. Saya pun menjawab, “Sekarang sudah pukul 20.00, Pak. Sebaiknya Bapak segera berangkat. Kan rapatnya dimulai pukul 20.00”.

Baca lebih lanjut

Malpraktik atau Malapraktik?

Lampung Post, 26 Jan 2011. Kiki Zakiah Nur: Pegawai Teknis Kantor Bahasa Provinsi Lampung.

DI Indonesia kasus yang diduga malpraktik atau malapraktik di bidang medis atau kedokteran sering kita dengar. Mungkin Anda tahu dan masih ingat dengan kasus yang dialami oleh Nyonya Again Isna Nauli pada 2004. Ia mengalami koma permanen setelah mendapat pengobatan dari tim medis di sebuah rumah sakit di Bogor.

Pada tahun yang sama, kasus paling spektakuler dialami oleh Sukma Ayu, aktris muda yang tenar lewat sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten. Ia mengalami koma selama lima bulan, sampai akhirnya meninggal dunia, setelah mendapat tindakan operasi dengan anestesi umum.

Masih pada 2010, sangat ramai dibicarakan tentang Prita, seorang ibu rumah tangga dijebloskan ke penjara karena memublikasikan kasus yang dialaminya (juga diduga malapraktik) ke internet.

Kasus-kasus tersebut menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan di masyarakat. Terlepas dari kaitannya dengan beberapa kasus di atas, ada hal yang menjadi perhatian saya, yakni kata malpraktik dan malapraktik. Banyak masyarakat yang belum mengetahui tulisan yang tepat mengenai kata tersebut.

Baca lebih lanjut

Pemekaran Wilayah?

Lampung Post, 22 Des 2010. Kiki Zakiah Nur: Pegawai Kantor Bahasa Provinsi Lampung.

GEJALA salah kaprah dalam pemakaian bahasa Indonesia semakin sering terjadi. Sesuatu yang salah kaprah ini tampaknya dianggap sebagai sebuah kelaziman. Ironisnya, pejabat pemerintah yang merupakan panutan masyarakat justru juga sering salah kaprah dalam pemakaian bahasa Indonesia. Akibatnya, masyarakat meniru atau mengikuti kesalahkaprahan tersebut.

Banyak contoh yang sering ditemukan dalam pemakaian bahasa Indonesia yang salah kaprah. Salah satunya adalah frasa pemekaran wilayah yang akhir-akhir ini marak dibicarakan.

Baca lebih lanjut

Rumah Anda Mau Dijual?

Lampung Post, 28 Apr 2010. Kiki Zakiah Nur: Pegawai teknis Kantor Bahasa Provinsi Lampung.

DALAM berbahasa, kita harus mempertimbangkan unsur kelogisan. Tujuannya adalah agar ide kalimat dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Dalam tuturan sehari-hari, kita mendengar kalimat yang dituturkan seseorang bisa dipahami, tetapi jika kita teliti benar akan tampak bahwa kata-kata yang digunakan dalam kalimat tersebut tidak memperlihatkan hubungan makna yang logis. Ketidaklogisan dalam kalimat menyebabkan kalimatnya salah. Salah dalam bernalar.

Baca lebih lanjut