Atas Nama Lagi

Kurniawan* (Majalah Tempo, 31 Okt 2016)

Edy Sembodo menggugat penggunaan kata majemuk “atas nama” dalam kalimat “Atas nama bangsa Indonesia/Soekarno-Hatta” pada teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Gugatan Edy melalui tulisannya di rubrik “Bahasa!” di majalah Tempo edisi 11 September 2016 itu berdasarkan makna kata tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat.

Baca lebih lanjut

Perhelatan, Dihelat, Menghelat

Kurniawan*, Majalah Tempo, 20 Okt 2014

Akhir-akhir ini, ketika memberitakan acara kesenian hingga politik, media sering menggunakan kata “perhelatan”, “menghelat”, dan “dihelat”. Istilah “perhelatan” pada mulanya lazim digunakan untuk menyebut acara perkawinan, kenduri, atau selamatan. Malah para sastrawan Balai Pustaka lebih lazim menggunakan kata “helat” saja. Nur Sutan Iskandar dalam novel Salah Pilih (1928), misalnya, menulis, “Sekalian helat dan jamu itu dilayani oleh Ibu Liah dan Asnah sekuasa-kuasanya.”

Baca lebih lanjut