Imsak dan Saum

Riko Alfonso* (Media Indonesia, 4 Jun 2017)

Marhaban ya Ramadan. Seiring dengan kedatangan Ramadan, muncul pula istilah-istilah serapan dari bahasa Arab yang berhubungan dengan bulan puasa ini. Sayangnya, banyak masyarakat kita yang tidak paham dengan makna istilah tersebut sehingga kerap salah kaprah saat penggunaannya.

Dalam rubrik ini, telah pula dipaparkan beberapa kesalahpahaman berbahasa yang kerap muncul di masyarakat umum berkaitan dengan Ramadan. Salah satunya ialah istilah takjil (verba) yang artinya ‘mempercepat (dalam berbuka puasa)’, tetapi malah diartikan sebagai ‘makanan untuk berbuka puasa’.

Baca lebih lanjut

Iklan

Memandang Sebelah Mata

Riko Alfonso* (Media Indonesia, 23 Apr 2017)

Ketika saya sedang berkumpul dengan kawan-kawan beberapa waktu yang lalu, salah seorang kawan saya melontarkan wacana yang cukup menarik. Dia mempersoalkan mengenai istilah ‘memandang sebelah mata’. Menurut dia, istilah yang sering kita anggap memiliki arti ‘meremehkan’ itu tidak tepat diwujudkan dengan aktivitas memandang sebelah mata.

Baca lebih lanjut

Beralih Kelas

Riko Alfonso (Media Indonesia, 5 Mar 2017)

Bahasa gaul. Ada banyak topik menarik untuk dibicarakan seputar bahasa khas anak muda ini. Mulai kekurangannya hingga kelebihannya. Namun, yang tak bisa dibantah ialah, suka atau tidak, bahasa gaul telah memberikan sumbangan kosakata baru dalam khazanah berbahasa di Tanah Air. Bahkan, oleh media massa, genre bahasa ini sering dipakai untuk menampilkan gaya bahasa yang lebih luwes, nakal, tetapi tidak sampai menyinggung pribadi seseorang atau kelompok.

Baca lebih lanjut

Kata Berstatus Liar

Riko Alfonso (Media Indonesia, 15 Jan 2017)

Di DKI Jakarta, kita dapat bertemu dengan sekelompok masyarakat yang tinggal di pinggiran rel kereta, kolong jembatan, atau gubuk-gubuk sempit yang berdempetan. Mereka tinggal sudah bertahun-tahun, berbaur dengan masyarakat sekitar, sehingga sudah dianggap menjadi masyarakat asli daerah itu. Akan tetapi, secara administratif, status para penduduk itu ternyata bukanlah warga DKI Jakarta. Oleh petugas dinas sosial, para penduduk tersebut disebut penduduk liar. Status tak jelas meski telah lama hidup dan berbaur dengan masyarakat asli. Karena berstatus liar, nasib mereka pun menjadi tak diperhatikan.

Baca lebih lanjut

Mala- yang Malasuai

Riko Alfonso*, Media Indonesia, 15 Nov 2015

Ilustrasi: Daily Star

Saat rapat bujet redaksi yang salah satu isinya mengevaluasi isi semua berita–termasuk kesalahan tulisan dan istilah–di dalam koran kami, seorang kawan redaktur mencolek saya dan bertanya mengapa terdapat ketidakkonsistenan dalam penulisan kata malnutrisi. Sepengetahuan dia, istilah yang dipakai untuk mendefinisikan “tidak normal, buruk” ialah bentuk terikat mala-. Oleh karena itu, dia bertanya, mana yang sebenarnya dipakai, malnutrisi atau malanutrisi. Berdasarkan pertanyaan sederhana itu, saya pun tergerak untuk mengangkat masalah ini menjadi sebuah topik tulisan.

Baca lebih lanjut