Perubahan Makna Pemakzulan

Majalah Tempo, 27 Des 2010. Saidi A. Xinnalecky: Wartawan.

SEKALI lagi. Makna “pemakzulan” yang berasal dari bahasa Arab secara etimologis berarti penyingkiran, pengasingan, penyendirian, dan sejenisnya. Persepsi kita tentang makna istilah ini akan rancu lagi jika ditinjau dari istilah fikih (ilmu hukum Islam). Turun dari takhta, kekuasaan, atau jabatan tidak mengenal “makzul” (asal kata pemakzulan). Tapi nuzul, manzul, dan tanazul adalah derivasi dari asal kata kerja nazala (turun atau jatuh).

Ada sanggahan terhadap tulisan saya berjudul “Hikayat Pemakzulan” dalam kolom ini beberapa waktu lalu (Tempo, 25-31 Oktober 2010). Argumen utama kritik itu berpedoman pada kebebasan bahasa lokal untuk menyerap kosakata asing, yang definisinya tidak mesti dirumuskan sama persis.

Baca lebih lanjut

Hikayat Pemakzulan

Majalah Tempo, 25 Okt 2010. Saidi A. Xinnalecky, Wartawan.

Impeachment bukan pemakzulan.

Selama ini, media memberikan kesan seolah kata pemakzulan adalah padanan kata impeachment. Meski bermata rantai, makna dan semantikan dua kata ini berbeda.

Impeachment dalam bahasa Inggris lebih diartikan proses menuju sebuah vonis penghentian dari suatu jabatan atau singgasana kekuasaan melalui permintaan pertanggungjawaban. Pemakzulan adalah realitas setelah vonis itu dijatuhkan, yaitu pemberhentian dari singgasana kekuasaan secara riil.

Baca lebih lanjut

Cinta dan Amor

Majalah Tempo 5 Okt 2009. Saidi A. Xinnalecky. Wartawan.

Vamos, acorda meu amor, que é curta a hora! …
Relembra, oh desvairado amor,
cantigas e cantares que te disse
lá bem distante ao nosso abraço débil
o quanto te queria e com que ímpeto?
Portanto acorda, amor, que vai raiando a aurora!
Desperta, meu amor, que é curta a hora!

(Gegaslah, tegaskan sayangku, kini saatnya! …
Lihatlah, kekasih yang jauh,
Para penyanyi dan nyanyiannya selalu tentang itu
Sebaiknya jarak dan kerenggangan dienyahkan
Bilakah keinginan dan kebersamaan seiring?
Pastikan, sayang, untuk bersama wujudkan impian!
Tegaskan, sayangku, kini saatnya!)

Baca lebih lanjut

Metafor dalam Diplomasi

Majalah Tempo 31 Agu 2009. Saidi A. Xinnalecky. Wartawan.

SUDAH 10 tahun bekas provinsi termuda Indonesia, Timor Timur, yang berintegrasi pada 17 Juli 1976 itu akhirnya terlepas. Timor Leste merdeka sebagai negara baru melalui sebuah referendum (jajak pendapat) pada 30 Agustus 1999. Mereka yang memilih mempertahankan integrasi 23 tahun dengan Indonesia kecewa dan marah dan meradang terhadap hasil electoral yang memenangkan kelompok promerdeka seperti diumumkan UNAMET/PBB pada 4 September 1999.

Baca lebih lanjut