Sapi

KOMPAS, 8 Feb 2013. Salomo Simanungkalit.

Di Indonesia sapi begini lembu begitu sama saja. Kamus Poerwadarminta dan Kamus Besar mencatat sapi ya lembu, lembu ya sapi. Di Malaysia lain halnya. Kamus Dewan mencantumkan lembu ’sejenis binatang ternakan untuk mendapatkan susu dan dagingnya’, Bos longifrons, Bos brachyceros. Adapun sapi ’binatang yang rupanya seperti lembu dan berwarna hitam’, Bos indicus.

Dalam urusan perdapuran, kedua bahasa negeri bertetangga itu mengenal telur mata sapi, telur yang digoreng tanpa diaduk sebelumnya dan biasanya diusahakan agar bagian kuningnya tidak pecah. Meski sapi begini lembu begitu sama saja, di negeri kita tidak dikenal telur mata lembu. Di negeri jiran, menurut Kamus Dewan, dikenal pula telur mata lembu yang setali tiga uang dengan telur mata sapi. Apakah telur mata lembu lumrah di sana dalam percakapan sehari-hari, sila melancong dan singgahi kedai-kedai makan di Kuala Lumpur.

Baca lebih lanjut

Iklan

Remot

KOMPAS, 5 Okt 2012. Salomo Simanungkalit.

Sumber gambar: Telly on a Plate

Sampai semalam saya masih memantangkan sebutan ”remot” bagi benda pudat tombol yang memungkinkan kita mengoperasikan televisi dari titik berjarak. Kesulitan pertama dan terbesar oleh kekerasan hati ini justru terjadi di rumah sendiri.

”Tolong ambilkan benda itu!”

”Maksud Bapak: remot?”

Mau bilang apa saya kepada putri saya yang masih duduk di kelas besar taman kanak-kanak itu?

Baca lebih lanjut

Pembancuhan Kabinet

KOMPAS, 14 Okt 2011. Salomo Simanungkalit

Pada bulan Oktober ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengganti beberapa menteri. Desas-desus mengenai penukaran beberapa pembantu kepala pemerintahan itu santer terdengar sebelum September lalu. Banyak yang tak sabar menunggu, tak sedikit pula yang berspekulasi.

Bagaimanapun pola perubahan kabinet yang sebentar lagi diumumkan, entah sekadar mengocok nama-nama yang ada dalam Kabinet Indonesia Bersatu II yang dimaklumatkan, 21 Oktober 2009, entah membuang beberapa nama dari kabinet itu lalu menggantikannya dengan nama-nama baru. Tindakan mengubah kabinet di Indonesia sering dipukulratakan sebagai reshuffle. Kalaupun ada yang menyebutkannya dengan perombakan, penataulangan, atau dengan ungkapan lain, sebutan-sebutan dalam bahasa Indonesia itu malah ditempatkan di dalam kurung. Singkat kata, tak satu pun ungkapan Indonesia yang serempak diterima sebagai padanan reshuffle.

Baca lebih lanjut

Bahasa yang Sungsang

KOMPAS, 8 Jul 2011. Salomo Simanungkalit

Daerah Khusus Ibukota Jakarta diurus dengan bahasa yang sungsang. Sungsang berarti terbalik: yang di atas menjadi di bawah, yang di depan menjadi di belakang, kepala di bawah kaki di atas. Sungsang kalak itu jungkir balik.

Bahasa yang sungsang, ya, bahasa yang jungkir balik. ”Katakan tidak pada korupsi,” kata beberapa tokoh partai dalam iklan TV sepanjang kampanye Pemilu 2009. Namun, yang terus diberitakan sejak akhir 2009 adalah korupsi dan korupsi. Itulah bahasa yang sungsang: tidak bermakna ya. ”Katakan tidak pada korupsi” berarti ”Katakan ya pada korupsi.”

Baca lebih lanjut

Nasionalisasi Singkatan

KOMPAS, 15 Apr 2011. Salomo Simanungkalit.

Akhirnya semak hati menjumpai dan membaca naskah dengan judul bermuatan singkatan asing seperti CPO, CSR, dan MDGs kiriman penulis artikel untuk diterbitkan di koran. Inilah bukti bahwa dengan satu gerak globalisasi, bahasa Indonesia bertarung dengan bahasa Inggris. Bertarung bukan dalam medan bahasa, melainkan dalam modal, perbankan, perdagangan, komunikasi, komputer, perdapuran, dan lain-lain. Di situ bahasa dipertaruhkan.

Singkatan-singkatan itu masuk di segenap relung perbincangan dengan kecepatan tsunami di Aceh. Para ahli kita terhanyut oleh kemalasan menunaikan semacam nasionalisasi demi kejernihan makna bawaannya ke dalam bahasa sendiri, bahkan untuk ranah keahlian masing-masing.

Baca lebih lanjut

Seolah Iptek

KOMPAS, 8 Apr 2011. Salomo Simanungkalit.

Editor sebuah majalah keberatan dengan istilah iptek. Bukan lantaran dia muak dengan segala akronim yang direka pada masa Orde Baru, melainkan karena menurut dia ada yang mubazir di sana. Iptek merupakan akronim dari ilmu pengetahuan dan teknologi. ”Coba,” katanya. ”Ilmu searti dengan pengetahuan. Untuk apa dua kata semakna dideretkan? Saya lebih suka iltek, ilmu dan teknologi. Tak ada yang berlebihan di situ.”

Dari percakapan kami yang lapang mengenai bahasa Indonesia, saya menduga sang editor tak mengendus bahwa ilmu pengetahuan merupakan anggota keluarga kata ulang. Yang berlangsung bukan pengulangan kata an sich, melainkan penggabungan kata bersinonim untuk menyatakan keanekaan. Ilmu pengetahuan tak lain tak bukan ilmu-ilmu, sama halnya dengan tutur kata yang setali tiga uang dengan kata-kata. Ini bukan temuan baru, sekadar revitalisasi ingatan kepada kekayaan gatra kata ulang dalam khazanah bahasa-bahasa nusantara, yang barangkali tak dipunyai bahasa bangsa-bangsa yang berada di luar mandala [(95°BT-141°BT), (6°LU-11°LS)].

Baca lebih lanjut

Cema dan Saman

KOMPAS, 28 Jan 2010. Salomo Simanungkalit.

Jangan berkhayal bahwa sikap ”Sekali keliru, biar saja keliru” ada manfaatnya sedikit pun. Teguran itu datang dari ahli bahasa Anton Moeliono mengenai pemakzulan yang telanjur meluas dipakai berbagai media di negeri ini sebagai padanan istilah berbahasa Inggris impeachment.

Memakzulkan berarti ’menurunkan dari takhta, memberhentikan dari jabatan’, sedangkan to impeach bermakna ’menuduh atau mendakwa pejabat publik berbuat kejahatan, khususnya terhadap negara, pada masa jabatannya’. Jauh panggang dari api, bukan? Seorang petahana jabatan tinggi makzul setelah dakwaan kepadanya terbukti secara hukum. Jadi, kelirulah menyepantarkan impeachment dengan pemakzulan.

Baca lebih lanjut

Pelajaran Membaca

KOMPAS, 23 Jul 2010. Salomo Simanungkalit.

Saya tak tahu persis apakah pelajaran membaca dengan menggunakan huruf Latin di negeri ini seragam pada semua aras pendidikan dan di semua daerah. Apakah dimulai sejak di kelas satu Sekolah Dasar? Ataukah, sudah diperkenalkan di Taman Kanak-Kanak atau malah di Kelompok Bermain?

Pertanyaan ini relevan karena liberalisasi pelaksanaan pendidikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini bikin saya dari angkatan larut senja terbata-bata. Tak ada lagi yang seragam di sekolah, selain pakaian seragam itu sendiri. Pendaftaran masuk pendidikan di aras baru sudah dimulai per Oktober oleh sebagian sekolah meski ujian akhir di sekolah tersebut baru berlangsung lima bulan kemudian. Belum tahu apakah lulus pada ujian akhir yang belum dilaksanakan, seorang murid SMA di zaman ini terpaksa mendaftar ke perguruan tinggi beberapa bulan sebelum mengikuti ujian akhir.

Baca lebih lanjut

Istri Kabinet

KOMPAS, 21 Mei 2010. Salomo Simanungkalit.

Ini kejadian dua bulan lalu. Sebuah mobil jenis jip melintas di bilangan Menteng, Jakarta. Pada bagian belakangnya tertulis maklumat bahwa mobil itu merupakan hibah dari ”Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu”.

Peduli apa hibah dari siapa? Hari gini berhibah bilang-bilang? Saya hanya hirau dengan istri kabinet.

Baca lebih lanjut

Piala Oscar?

KOMPAS, 12 Mar 2010. Salomo Simanungkalit.

Kapan Oscar berwujud piala? Seorang ahli nujum sekalipun tak akan sanggup meramalkan bilamana Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengganti patung anak manusia berlapis emas yang berdiri tegak dan bersedekap gubahan pemahat George Stanley (1928) itu dengan trofi berbentuk cawan untuk menghargai insan perfilman Amerika (dan dunia lain) yang dinilai berprestasi.

Baca lebih lanjut