Mati tapi Bersuara

Sapto Nugroho* (Majalah Tempo, 31 Mar 2014)

Di kalangan pemerhati bahasa ada percakapan sindiran seperti ini:

+ Selamat siang. Silakan duduk. Siapa namanya?

– Pajar.

Lantas ditulislah namanya: “Fajar”. Tapi si pemilik nama menyela.

– Bukan begitu, Pak. Pakai “pe”.

Sambil mengernyit, si pendata mencoret nama “Fajar”, lalu menggantinya dengan “Vajar”.

– Pak, nama saya itu Pajar, bukan Fajar atau Vajar.

+ Oh, maaf. Saya kira V.

– Memangnya Bapak tahu perbedaan F sama V?

Baca lebih lanjut

Iklan

Transitlah Bila Perlu

Majalah Tempo, 24 Nov 2008. Sapto Nugroho: Redaktur Bahasa Tempo.

KETIKA ditantang keong untuk adu balap dengannya, kancil mengernyitkan dahi. Bagaimana mungkin keong yang jalannya hanya sekitar 500 meter per jam menantang kancil yang sanggup berlari 30 kilometer per jam. Untuk sekadar menyusul satu lompatan kecil kancil saja, dibutuhkan waktu satu menit bagi keong. Namun, akhirnya, dengan tinggi hati kancil menerima tantangan itu.

Ternyata keong sudah memiliki strategi yang bisa dikatakan culas tapi jitu. Dia ajak teman-temannya berbaris tapi ngumpet di pinggir sungai, dan keong yang beberapa jengkal di depan kancil bertugas nongol sedikit untuk mengucapkan “ya aku di sini” ketika kancil bertanya.

Baca lebih lanjut