Promo KTP-el

Suprianto Annaf (Media Indonesia, 30 Apr 2017)

Pelabelan yang menyertai kartu tanda penduduk kian semena. Di awal peralihan ke sistem elektronik, pelabelan yang menempeli KTP terkesan keinggris-inggrisan. Masif benda itu disebut E-KTP (electronic KTP). Entah sekadar gengsi-gengsian, semua seperti lupa bahwa kata asing electronic telah lama diserap dan menjadi lema dalam KBBI. Artinya, tidak seharusnya KTP dilabeli E-KTP, tetapi langsung KTP elektronik.

Baca lebih lanjut

Kedipilihan

Suprianto Annaf (Media Indonesia, 12 Mar 2017)

Kedipilihan. Kata ini muncul musiman saja. Biasanya bertebaran di kala pilkada tiba. Kerap diumbar para pengamat politik, lembaga survei, dan komentator di media massa. Sepertinya, mereka ingin menukar kata elektabilitas dengan kosakata yang berbeda. Mereka pun hanya memadankan makna sekadarnya: tanpa memikirkan bentuk dan logika.

Baca lebih lanjut

Pesan Konatif dari Mekah

Suprianto Annaf* (Media Indonesia, 22 Jan 2017)

Lain lubuk lain ikannya. Pepatah lama ini relevan saat kita berada di negara orang lain. Cara dan budaya tidak sama, termasuk bahasa. Tentu saja kitalah yang harus menyesuaikan dengan segala perbedaan itu. Namun, bagaimana bila negara yang kita kunjungi itu yang ‘menyesuaikan’ dengan diri kita? Tentu hal ini memunculkan sikap dan perasaan yang berbeda: serasa kita berada di negara sendiri. Hal itulah yang pertama saya rasakan ketika menginjakkan kaki di Bandara Jeddah. Deretan hologram bertuliskan ‘Selamat Datang’ di terminal kedatangan internasional menyapa dalam bahasa Indonesia.

Baca lebih lanjut

Catut-catutan

Suprianto Annaf*, Media Indonesia, 29 Nov 2015

Ilustrasi: Beritagar.id

Sadar atau tidak, catut-mencatut bukanlah hal asing. Namun, terkadang hal itu dianggap biasa karena ada di tengah kebiasaan. Sering pula diabaikan karena ketidaktahuan. Singkatnya, catut-mencatut pernah terjadi atau justru dialami oleh siapa pun: saya dan Anda!

Baca lebih lanjut

Isotopi Sumpah Pemuda

Suprianto Annaf*, Media Indonesia, 1 Nov 2015

Ilustrasi Sumpah Pemuda (iBerita.com)

Memperingati Sumpah Pemuda akan menghadirkan kembali semangat yang heroik. Semangat yang mestinya memecah kesukuan, tetapi meneguhkan rasa persatuan. Semangat berbangsa yang tidak boleh dibiarkan luntur, yang tidak boleh ditukar dengan apa pun, termasuk kemewahan.

Baca lebih lanjut

Tuhan

Suprianto Annaf*, Media Indonesia, 20 Sep 2015

Sumber gambar: Malang Times

Lelaki berusia 42 tahun, warga Desa Kluncing, Licin, Banyuwangi, ini dikenal banyak orang karena namanya: Tuhan. Nama yang tentu saja tidak sepadan dengan god atau Allah. Bukan pula ‘Tuhan’ yang diacu dalam puisi terkenal karya penyair Chairil Anwar. Untuk kali ini, ‘Tuhan’ yang dimaksud ialah nama seorang lelaki, anak manusia.

Baca lebih lanjut

Menapak Rupiah Membenam Bahasa

Suprianto Annaf*, Media Indonesia, 6 Sep 2015

Bagi Jokowi, juga harapan seluruh rakyat Indonesia, rupiah segera bertaji. Bangkit dan berdaya saing tinggi. Apa pun diperjuangkan demi rupiah bernyali lagi. Ya, harusnya usaha itu tetap terkait alasan ekonomi: investasi tinggi atau penggunaan uang dolar dibatasi! Bisa juga dengan perizinan yang selama ini ingin dimudahkan. Langkah penyelamatan rupiah seperti ini tentu masih relevan.

Baca lebih lanjut