Mudik

Fariz Alniezar* (Kompas, 24 Jun 2017)

Mudik adalah lema yang sekali setahun jadi buah bibir di Indonesia. Kata itu selalu kita jumpai memadati sekaligus menghiasi pemberitaan-pemberitaan media massa, terutama menjelang bulan puasa berakhir.

Baca lebih lanjut

Iklan

Deviasi Bahasa Puisi

Muhammad Husein Heikal*, KOMPAS, 8 Apr 2017

Bagi penyair, ada kewenangan istimewa dalam memperlakukan bahasa yang dikenal sebagai deviasi bahasa. Dalam Buku Praktis Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 2003) dijelaskan bahwa pemahaman bahasa dalam konteks media puisi tidak sama dengan pemahaman terhadap bahasa yang hidup dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa sastra berbeda dengan bahasa pidato, buku teks, atau karya ilmiah. Bahasa dalam puisi sering menyimpang dari kaidah atau ketetapan tata bahasa yang normal. Penyimpangan ini dalam linguistik disebut deviasi bahasa. Penyimpangan itu diperbolehkan demi visi puisi sang penyair kesampaian.

Baca lebih lanjut

Adi

L. Wilardjo*, KOMPAS, 11 Mar 2017

Di Kompas terbitan Senin, 14 November 2016, MZ Wahyudi menulis bahwa malam harinya akan ada bulan purnama bertepatan dengan waktu Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi di lintasannya. Bulan akan tampak 1 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya ketika purnama. Bulan purnama seperti itu disebut bulan super, supermoon.

Baca lebih lanjut

Inggris

Hardyanto*, Majalah Tempo, 9 Jan 2017

Kata “Inggris” telah menjadi peristilahan yang lazim digunakan di Indonesia. Belakangan, istilah “Inggris” menjadi bahan pembicaraan kancah internasional di Tanah Air. Yang pertama berkaitan dengan fenomena Brexit, yaitu referendum di Inggris yang memutuskan Inggris keluar dari organisasi kerja sama Uni Eropa (European Union). Yang kedua adalah maraknya kompetisi sepak bola Piala Eropa 2016 di Prancis: pada tahap perdelapan final terdapat “tiga kesebelasan Inggris”, yaitu Inggris, Wales, dan Irlandia Utara.

Baca lebih lanjut

Bahasa Apa Namanya

Anindita S. Thayf* (Kompas, 24 Des 2016)

Modernisasi di Indonesia yang melaju pesat pascareformasi dan ditopang oleh kemajuan teknologi informasi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya telah melahirkan kelas menengah dalam jumlah melimpah di kota-kota besar. Sebagai generasi yang telah menginternasional, mereka berpatokan dalam menjalani kehidupan pada segala sesuatu yang berasal dari mancanegara, terutama Eropa dan Amerika Serikat. Mulai dari cara berpakaian, menata rumah, menentukan tempat dan cara berlibur, hingga selera makan. Mereka juga tak lagi canggung menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Anak-anak sudah terbiasa memanggil ibu mereka dengan sebutan Mom dan bapak mereka dengan Dad sembari menyapa ”good morning” saban pagi.

Baca lebih lanjut

Ajaibnya Bahasa Indonesia

A. Windarto*, Kompas, 23 Apr 2016

Menarik bahwa di Indonesia penerjemahan terjadi dengan mudah, kata Jim Siegel (antropologiman dari Universitas Cornell, Amerika Serikat), seakan-akan semua bahasa dapat tampil dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya demikian pula, bahasa Indonesia seakan-akan dapat ditangkap dengan tepat dalam semua bahasa. Pendapat tersebut diperkuat oleh temuan yang mengungkap bahwa di sebuah toko buku besar di Jakarta, hampir separuh atau malah lebih dari buku-buku yang diperjual-belikan adalah terjemahan. Yang menjadi sumber dari buku-buku terjemahan itu adalah bahasa Inggris, bahasa Jepang (dengan komik Manga), bahasa Arab, dan terakhir bahasa Perancis.

Baca lebih lanjut

Bahasa Indonesia dan Diplomat Kita

Pramudito*, Kompas, 9 Apr 2016

Pada awal 1980-an, ketika mengikuti pendidikan diplomat pemula di Kementerian (dulu: Departemen) Luar Negeri, saya dan beberapa teman heran. Mengapa salah satu pelajarannya adalah ”Bagaimana Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar” dengan widyaiswara JS Badudu (1926-2016)? Pikiran kami waktu itu, masih perlukah pelajaran bahasa Indonesia untuk calon diplomat? Bukankah yang penting pendidikan keterampilan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris? Meskipun begitu, kami tetap tekun mengikuti uraian ahli bahasa Indonesia itu.

Baca lebih lanjut