Kepunahan Bahasa Daerah Bisa Dicegah dengan KBBI

M. Paschalia Judith untuk Kompas

Penyerapan kata-kata dari bahasa daerah ke Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI dapat mencegah kepunahan. Akan tetapi, penyesuaian pelafalan dan jumlah editor kamus menjadi tantangan strategi ini.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memverifikasi 652 bahasa daerah di tanah air.

Baca lebih lanjut

Lebih dari …

Pamusuk Eneste* (Kompas, 30 Sep 2017)

Kadang-kadang kita merasa sudah betul menggunakan kata tertentu, tetapi orang lain bisa saja menafsirkannya berbeda. Ini bisa terjadi dalam percakapan lisan, terlebih dalam tulisan. Data berikut menunjukkan hal itu.

Baca lebih lanjut

Bahasa (di) Jalan Raya

Triyanto Triwikromo* (Majalah Tempo, 17 Jul 2017)

Kita boleh jadi tidak mengenal ragam bahasa jalan raya. Dalam konteks budaya populer, pernah muncul salah satu genre berbahasa yang lebih dikenal sebagai bahasa gaul, bahasa yang kerap digunakan anak muda dan kaum urban. Kini, karena bahasa tidak pernah terlepas dari dinamika masyarakat, tak tertutup kemungkinan lahir “bahasa jalan raya”, bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan apa pun yang berkait dengan situasi di jalan raya.

Baca lebih lanjut

Deviasi Bahasa Puisi

Muhammad Husein Heikal*, KOMPAS, 8 Apr 2017

Bagi penyair, ada kewenangan istimewa dalam memperlakukan bahasa yang dikenal sebagai deviasi bahasa. Dalam Buku Praktis Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 2003) dijelaskan bahwa pemahaman bahasa dalam konteks media puisi tidak sama dengan pemahaman terhadap bahasa yang hidup dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa sastra berbeda dengan bahasa pidato, buku teks, atau karya ilmiah. Bahasa dalam puisi sering menyimpang dari kaidah atau ketetapan tata bahasa yang normal. Penyimpangan ini dalam linguistik disebut deviasi bahasa. Penyimpangan itu diperbolehkan demi visi puisi sang penyair kesampaian.

Baca lebih lanjut

Inggris

Hardyanto*, Majalah Tempo, 9 Jan 2017

Kata “Inggris” telah menjadi peristilahan yang lazim digunakan di Indonesia. Belakangan, istilah “Inggris” menjadi bahan pembicaraan kancah internasional di Tanah Air. Yang pertama berkaitan dengan fenomena Brexit, yaitu referendum di Inggris yang memutuskan Inggris keluar dari organisasi kerja sama Uni Eropa (European Union). Yang kedua adalah maraknya kompetisi sepak bola Piala Eropa 2016 di Prancis: pada tahap perdelapan final terdapat “tiga kesebelasan Inggris”, yaitu Inggris, Wales, dan Irlandia Utara.

Baca lebih lanjut

Bahasa Apa Namanya

Anindita S. Thayf* (Kompas, 24 Des 2016)

Modernisasi di Indonesia yang melaju pesat pascareformasi dan ditopang oleh kemajuan teknologi informasi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya telah melahirkan kelas menengah dalam jumlah melimpah di kota-kota besar. Sebagai generasi yang telah menginternasional, mereka berpatokan dalam menjalani kehidupan pada segala sesuatu yang berasal dari mancanegara, terutama Eropa dan Amerika Serikat. Mulai dari cara berpakaian, menata rumah, menentukan tempat dan cara berlibur, hingga selera makan. Mereka juga tak lagi canggung menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Anak-anak sudah terbiasa memanggil ibu mereka dengan sebutan Mom dan bapak mereka dengan Dad sembari menyapa ”good morning” saban pagi.

Baca lebih lanjut

Ajaibnya Bahasa Indonesia

A. Windarto*, Kompas, 23 Apr 2016

Menarik bahwa di Indonesia penerjemahan terjadi dengan mudah, kata Jim Siegel (antropologiman dari Universitas Cornell, Amerika Serikat), seakan-akan semua bahasa dapat tampil dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya demikian pula, bahasa Indonesia seakan-akan dapat ditangkap dengan tepat dalam semua bahasa. Pendapat tersebut diperkuat oleh temuan yang mengungkap bahwa di sebuah toko buku besar di Jakarta, hampir separuh atau malah lebih dari buku-buku yang diperjual-belikan adalah terjemahan. Yang menjadi sumber dari buku-buku terjemahan itu adalah bahasa Inggris, bahasa Jepang (dengan komik Manga), bahasa Arab, dan terakhir bahasa Perancis.

Baca lebih lanjut