Iklan 3M

Meirisa Isnaeni*, Media Indonesia, 25 Okt 2015

Ilustrasi: Dinas Kesehatan Denpasar

Masih Anda ingat iklan 3M? Bagi sebagian orang, iklan itu mungkin sudah biasa: ditonton dan didengar. Saban nyamuk menyerang dan demam berdarah berjangkit, iklan itu pun bergegas menghiasi layar televisi Anda. Iklan itu menggaungkan pesan menguras, menutup, dan mengubur.

Baca lebih lanjut

Disewa Helena

Sori Siregar*, KOMPAS, 23 Agu 2014

HELENA boleh membeli, menjual, atau menyewa apa saja. Tidak akan ada yang melarang, kecuali ia menyewa seseorang yang berdarah dingin untuk membunuh pacarnya.

Bagaimana jika nama Helena digunakan sebuah biro iklan atau bagian pemasaran sebuah real estat untuk kepentingan komersial? Misalnya, untuk memasarkan produk atau rumah di kawasan real estat itu. Mungkin Helena tidak akan keberatan, apalagi jika ia dibayar dengan segepok uang agar pundi-pundinya lebih menggelembung. Barangkali, ia juga tidak akan keberatan, bahkan mungkin bangga, kalau namanya disebut lagi sebagai penyewa atau pembeli sebuah rumah di kompleks real estat itu. Benarkah demikian?

Baca lebih lanjut

Merokok Membunuhmu

F. Rahardi* (KOMPAS, 29 Mar 2014)

BEBERAPA baliho iklan rokok di Jakarta mulai mencantumkan peringatan ”Rokok membunuhmu”. Ini merupakan pemanasan bagi pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tertanggal 24 Desember 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Aditif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. PP ini sudah dilengkapi dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2013 tertanggal 1 April 2013 berikut lampirannya. Pada Juli 2014, PP dan Permenkes itu akan sepenuhnya diterapkan.

Jadi, mulai Juli tahun ini dalam kemasan rokok akan tercantum lima peringatan berupa teks dan gambar: (1) Merokok sebabkan kanker mulut; (2) Merokok membunuhmu; (3) Merokok sebabkan kanker tenggorokan; (4) Merokok dekat anak berbahaya bagi mereka; (5) Merokok sebabkan kanker paru-paru dan bronkitis kronis. Peringatan ini akan menggantikan peringatan sebelumnya yang berupa teks berikut: ”Peringatan Pemerintah: ’Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin’.”

Baca lebih lanjut