Perbedaan Namun, Akan Tetapi, dan Tetapi (Tapi)

Kusnadi (Kompas.id, 5 Des 2020)

Jika mencermati tulisan-tulisan yang terbit di media massa, ada kecenderungan penggunaan kata hubung tidak diperhatikan. Fakta yang sama sebetulnya dapat kita temukan juga pada artikel-artikel yang beredar di kalangan kampus.

Barangkali karena masalah bahasa di seputar kita sudah terlalu banyak, urusan pemakaian kata hubung itu diabaikan. Contoh dari pengabaian itu, misalnya, terjadi dalam penggunaan kata hubung namun, akan tetapi, dan tetapi (tapi).

Sumber gambar: Kompas

Baca lebih lanjut

Yaitu dan Co

Zen Hae*, Majalah Tempo, 8 Feb 2016

Dalam berbahasa, kita menjelaskan atau membuat rincian agar sesuatu yang kita sebut sebelumnya terurai dan menemukan batasan-batasannya. Dengan begitu, pokok soal yang kita bicarakan bisa menjadi jelas dan orang yang kita ajak bicara bisa terhindar dari salah paham. Misalnya kalimat Anak Pak Murad ada dua, yaitu Rika dan Burhan. Dengan partikel atau kata penghubung yaitu, kita menegaskan sekaligus membatasi bahwa anak Pak Burhan terdiri atas Rika dan Burhan, bukan Ruri dan Bardi.

Baca lebih lanjut