Kata-Kata yang Memuai

Bagja Hidayat* (Majalah Tempo, 12 Jun 2017)

Seorang teman dari Korea Selatan masygul ketika mendengar seorang Indonesia berseru, “Wah, mau hujan,” pada sebuah sore yang mendung.

“Wow, bagaimana caranya?” ia pun bertanya. Ia menyangka, teman orang Indonesia itu sedang menginginkan hujan atau berminat pada hujan seperti minatnya mengunyah es krim.

Baca lebih lanjut

Provokasi dan Kritik

Ahmad Sahidah* (Majalah Tempo, 29 Mei 2017)

Bahasa kita menyerap bahasa asing sebagai salah satu cara untuk memperkaya perbendaharaan kata. Mengingat lema asal mempunyai pandangan dunia sendiri, maknanya tentu tak sepenuhnya hadir dalam pikiran pengguna bahasa sasaran, baik dalam tulisan maupun lisan. Pendek kata, ada pengertian yang tak terangkut dalam kata yang diserap, sehingga secara otomatis turut memengaruhi pemahaman.

Baca lebih lanjut

Predator

Ridha Kusuma Perdana*, Media Indonesia, 6 Des 2015

Ilustrasi: Luca Galuzzi

Beberapa waktu lalu, masyarakat dikejutkan dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak, terutama dalam hal kekerasan seksual. Mulai kasus Engeline di Bali yang dianiaya ibu tirinya, kasus penelantaran anak di Cibubur, hingga kasus terbaru di Kalideres, Jakarta Barat, yakni anak berumur 9 tahun yang tewas dan ditemukan dalam kardus serta telah mengalami kekerasan seksual. Semua kasus tersebut menjadi sorotan berbagai media di Tanah Air, baik media cetak maupun media elektronik.

Baca lebih lanjut

Catut-catutan

Suprianto Annaf*, Media Indonesia, 29 Nov 2015

Ilustrasi: Beritagar.id

Sadar atau tidak, catut-mencatut bukanlah hal asing. Namun, terkadang hal itu dianggap biasa karena ada di tengah kebiasaan. Sering pula diabaikan karena ketidaktahuan. Singkatnya, catut-mencatut pernah terjadi atau justru dialami oleh siapa pun: saya dan Anda!

Baca lebih lanjut